"Tuhan, Engkau 'kan tahu, ujian matematikakuhari ini sangat buruk. Tetapi aku bersyukur.Aku tidak menyontek, walaupun teman-temankumelakukannya. Berangkat ke sekolah tadi pagi,aku membawa sepotong kue dan sebotol air.Kata ayah, sekarang sedang musim paceklik.Jadi, hanya itu yang bisa kubawa. Terima kasihkuenya, Tuhan! Di jalan aku melihat pengemisyang kelaparan. Lalu aku berikan kue itu pada-nya. Tahu-tahu saja laparku hilang ketikamelihatnya tersenyum."
"Tuhan, lihatlah, ini sepatuku yang terakhir.Mungkin aku harus berjalan tanpa sepatu minggudepan. Engkau 'kan tahu, sepatu ini sudah rusakberat. Tapi tidak apa-apa. Aku tetap bersyukur.Paling tidak, aku masih bisa pergi ke sekolah.Terima kasih Tuhan! Tetanggaku bilang, orang-orang sedang mengalami gagal panen. Beberapatemanku terpaksa berhenti sekolah. Tuhan, tolongbantu mereka, supaya bisa sekolah lagi."
"Oya, semalam ibu memukulku. Mungkin karena akunakal. Itu memang menyakitkan, tapi pasti sakitnyasegera hilang. Aku tahu Engkau akan menyembuhkansakit itu. Yang penting, aku masih punya seorangibu. Tuhan, tolong jangan marahi ibuku, ya? Diahanya lelah, juga panik memikirkan biaya sekolahku.Terakhir, Tuhan. Rasa-rasanya, aku sedang jatuh cinta. Ada seorang cowok yang tampan di kelasku.Menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku?Tapi apa pun yang terjadi, aku tahu Engkau tetapmenyukaiku. Terima kasih Tuhan!"
Tidak usah Anda pertanyakan benar atau tidaknyacerita tadi, karena seorang bocah di luar sanabenar-benar telah melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar